Komunitas Pecinta Lingkungan Jayapura, Tanam Mangrove di Teluk Youtefa

Pospapua.com, Jayapura – Alam sudah memberikan banyak kehidupan kepada mahluk hidup, maka selayaknya pula mahluk hidup memelihara alam. Banyak yang sudah diambil dari alam tetapi hanya sedikit yang dikembalikan.

Pemahaman itulah yang menggerakan hati komunitas Peduli dan Pecinta Lingkungan Hidup di Jayapura sehingga melakukan penanaman mangrove di Kawasan Wisata Alam Teluk Youtefa, akhir pekan lalu.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Bakau Jayapura dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2019 yang bertepatan dengan Hari Idul Fitri 1440 H. “Pada dasarnya, kegiatan ini adalah menyulam bibit bakau yang telah tertanam namun mati,” kata Ezter Baransano dari komunitas Lindungi Hutan Chapter Jayapura.

“Pada 5 Juni kemarin kami melakukan survey termasuk membuat video ucapan selamat hari lingkungan hidup sedunia. Saat itu kami tidak banyak melakukan apa-apa karena esoknya lebaran jadi aksi baru kami jalankan hari ini, (Sabtu,8/6),” kata Marcel Mauri dari Jayapura Litter Pickers.

Menanam bibit mangrove saat air laut surut bukan perkara mudah karena banyak yang terjebak dalam lumpur, selain itu banyak sampah terpendam dalam lumpur sehingga melukai kaki banyak relawan. ‘’Ada banyak sampah di dalam lumpur. Ada kaleng, botol plastik bahkan pecahan kaca. Kaki saya sempat robek,” jelas Ezter mahasiswi Uncen ini.

Tak hanya Litter Pickers maupun Lindungi Hutan chapter Jayapura yang turun tangan. Koordinator Earth Hour Jayapura, Ros Delince Inserpan Weyai juga turut ambil bagian. Ia mengaku tak mudah menanam mangrove. “Lumpurnya dalam sekali, kami terjebak berkali-kali. Tak bisa bergerak, tadi sampai ditarik,” ceritanya.

Aktifnya komunitas lingkungan hidup yang umumnya anak-anak muda di Kota Jayapura menandakan bahwa anak – anak muda di Kota Jayapura masih banyak yang peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. (nds)

 

Artikel ini disadur dari Pospapua

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *