Creative Digital Content Class Bersama Andi Alfi Syahrin

Memproduksi ide melalui konten digital adalah hal yang penting bagi organisasi, perusahaan, maupun individu. Konten digital kreatif menjadi medium atau penghubung antara organisasi dengan publik. Konten digital yang kreatif, informatif, padat, dan jelas merupakan aspek yang perlu diperhatikan agar publik mampu menerima dan memahami pesan atau informasi yang ingin disampaikan. Namun, dalam memproduksi konten digital yang kreatif sekaligus informatif dibutuhkan kemampuan teknikal, wawasan, dan sense of art yang mumpuni.

Pada 5 Juli 2019, Arena.id dalam program Center Stage mengadakan Creative Digital Content Class bersama Andi Alfi Syahrin. Andi Alfi Syahrin yang akrab disapa Alfi, adalah Head of Content Writer di UGMtoday Creative Media Network. UGMtoday Creative Media Network merupakan sebuah start-up media digital mahasiswa UGM dan Yogyakarta yang dikemas dengan gaya baru, berbeda, dan kekinian.

Alfi memiliki visi ingin menyebarluaskan informasi-informasi positif dengan cara yang kreatif, di tengah maraknya berita-berita negatif dan hoax yang tersebar luas. Alfi juga menyampaikan berbagai materi menarik terkait proses pembuatan konten digital kreatif.

Ada 5 hal yang mendorong orang untuk membagikan suatu konten. Di antaranya entertainment, usefulness, involvement, personal branding, dan identity.

Entertainment berarti konten tersebut harus bersifat menghibur agar orang tertarik untuk membagikan ulang. Usefulness, pastikan konten yang dibuat memiliki informasi yang bermanfaat. Involvement, publik harus merasa memiliki keterlibatan dengan konten yang dibagikan. Misal, berita tentang peristiwa di daerah tempat ia tinggal. Atau isu yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari.

Personal branding dan identity merupakan bagaimana kita mem-branding dan membentuk identitas dari akun media sosial kita, berdasarkan substansi konten-konten yang kita buat. Tujuannya adalah agar orang memahami tentang apa akun media sosial kita dan mengapa mereka harus mengikuti akun media sosial kita.

Kemudian, bagaimana proses seseorang dalam membagikan konten media sosial? Ada 5 tahap, yaitu social currency, trigger, emotion, public, practical values, dan story.

Social currency, apakah substansi konten yang dibagikan sesuai norma sosial yang berlaku. Apakah akan terlihat baik apabila membagikan informasi tersebut.

Trigger, apakah informasi yang dibagikan benar-benar relevan dengan kondisi sosial budaya terkini ataupun dengan identitas akun media sosial yang telah kita bangun.

Emotion, apakah materi konten mampu menarik emosi pembaca. Pembaca cenderung membagikan ulang konten yang materinya mampu menyentuh emosinya. Emosi bisa berbagai macam bentuknya. Seperti cinta, terkejut, gembira, marah, sedih, takut, dan sebagainya. Maka dari itu sangat penting untuk mengenali karakteristik target pembaca.

Public, berarti memperhatikan apakah kira-kira publik mau membagikan ulang konten yang kita buat.

Pracitcal values, apakah informasi memiliki nilai manfaat.

Story, apakah cukup menarik untuk disimak orang lain. Pembaca cenderung lebih menyukai konten yang memiliki kisah. Terutama kisah yang memiliki plot twist tak terduga dan pesan moral yang menyentuh. Kisah biasanya membuat pesan yang ingin kita sampaikan kepada pembaca lebih cepat dipahami.

Adapun cara membuat konten yang menarik, pertama mencari masalah terlebih dahulu. Isu-isu yang relevan dengan kondisi sosial budaya terkini. Kedua, fokus pada pesan yang ingin disampaikan. Kemudian, mendengar keinginan atau suara netizen. Terakhir, merangkum informasi yang telah dikumpulkan dan menambahkan unsur-unsur kreatif pada konten.

Alfi juga menyampaikan pentingnya infografis untuk membangun engagement dengan pembaca. Infografis membuat informasi yang disampaikan menjadi lebih menarik, ringkas, padat, dan jelas. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan oleh para pembuat konten adalah kecepatan dalam mempublikasikan suatu informasi dan konsistensi dalam memproduksi konten. Sedangkan dalam creative marketing, terdapat 4 hal yang perlu diperhatikan. Disingkat menjadi 4P; product (produk), price (harga jual), place (tempat menjual), promotion (mengenalkan produk).

Dalam aspek pembuatan produk, ada 3 poin penting yang perlu diperhatikan. Pertama, produk harus bagus secara teknis dan berbeda secara karakter. Dalam teknis pembuatan produk (content writing, desain grafis, dll) harus direncanakan secara matang dan dieksekusi dengan maksimal. Sedangkan untuk karakter konten, pastikan konten  yang dibuat memiliki karakter yang berbeda dari konten pada umumnya. Misalnya, bisa dengan mengambil sudut pandang yang berbeda dan unik terhadap suatu isu. Alfi mengutip kata-kata menarik dari Pandji Pragiwaksono, “sesuatu yang lebih beda, lebih baik dari sesuatu yang lebih baik”.

Kedua, produk harus datang dari kejujuran. Bisa berawal dari keresahan, sebab yang berasal dari hati akan sampai ke hati pula.

Terakhir, perhatikan  Blue Oceans dan Zig Zag Strategy. Blue Oceans analoginya adalah kita lepas dari laut berwarna merah, lepas dari laut yang memiliki banyak predator. Hanya fokus pada tema atau materi yang relevan dengan personal branding dan identity dari akun media sosial kita. Hal di luar itu dianggap red ocean atau tidak relevan.

Zig Zag Strategy memiliki makna bahwa konten kita harus berbeda. Jika orang lain membuat suatu konten dengan sudut pandang zig, maka kita bisa membuat konten dengan sudut pandang zag.

“Di tengah berisiknya media sosial, orang baik enggak boleh kalah berisik” tutup Alfi di akhir acara.

 

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *