Resmi, Komunitas Bantul Anti Huru Hara Terbentuk di Muntuk Dlingo

Sejumlah Mantan Anggota Dewan bersama masyarakat, membentuk Komunitas Bantul Anti Huru Hara (Kobara). Komunitas ini diperkenalkan secara resmi kepada publik, di Dusun/Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, pada Minggu (02/2/2020) sore.Wakil Ketua Kobara, Kawidi, mengatakan Kobara merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan kemasyarakatan. Dimana menurut dia, banyak mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kabupaten Bantul yang selama ini masih memiliki rasa kepedulian dan rasa empati kepada warga.

“Kobara ini arahnya untuk sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan. Sekaligus ke depan, untuk kebudayaan,” kata Kawidi, ditemui seusai peresmian Kobara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Hanung Rahardjo, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Aryunadi dan Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul, Yasmuri serta puluhan anggota Kobara. Dikatakan Kawidi, anggota Kobara yang saat ini terdaftar jumlahnya ada 70 orang. Mereka berdomisili disejumlah Kecamatan di Kabupaten Bantul.

Komunitas Kobara diketuai oleh H Lunggi Santoso. Sementara sekretarisnya dijabat oleh Paryadi. Keduanya merupakan mantan anggota DPRD Bantul.Sesuai dengan misinya, Kobara bergerak di bidang sosial dan kemasyarakatan.Sejumlah kegiatan menurut Kawidi sudah pernah dilakukan, antara lain, memberikan santunan kepada orang-orang sakit dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan saat kemarau.

“Program program seperti itu yang sifatnya kemanusiaan akan terus kita lakukan,” terang dia.

Kawidi menyadari sepenuhnya bahwa sebagian besar anggota Kobara merupakan Mantan Anggota Dewan, orang orang politik bahkan berafiliasi dengan partai seperti PPP, Golkar, PKB dan PDIP. Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa Kobara merupakan komunitas sosial bukan alat politik.

Masing-masing anggota Kobara, menurut dia, bebas melakukan kegiatan politik tapi secara personal.

“Bukan atas nama Komunitas,” tegas dia.

Pilkada Damai

Terbentuknya Kobara, Kawidi berharap masyarakat Bantul bisa lebih tenang dan nyaman.

Apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul. Melalui jaringan anggotanya yang berafiliasi dengan partai politik pihaknya berharap proses Pilkada nantinya berlangsung aman dan damai.

“Tidak ada keonaran, kericuhan, keributan dan huru hara. Kami ingin proses pilkada bisa berlangsung sejuk, aman dan damai,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Bantul, Hanung Rahardjo, mengaku mengapresiasi terbentuknya komunitas Kobara yang di dalamnya merupakan Mantan Anggota Dewan. Menurut dia, semangat Kobara bukan saja perihal anti huru hara.

Namun diharapkan bisa lebih luas, mengembangkan jaringan untuk mengkampanyekan anti diskriminasi termasuk membantu kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Semoga organisasi ini bisa lebih bermanfaat untuk warga masyarakat. Termasuk Pilkada nantinya bisa lebih adem,” ucap dia.

jogja.tribunnews.com

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *