Upah Perempuan Masih Lebih Rendah dari Upah Laki-laki

Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret merupakan tonggak kebangkitan perempuan memperjuangkan demokrasi, kesejahteraan dan kesetaraan yang telah dimulai sejak tahun 1857. Sejak saat itu, perjuangan perempuan tidak pernah berhenti hingga sekarang. Capaian-capaian, baik secara ekonomi, sosial dan politik, yang telah berhasil dimenangkan gerakan perempuan, belumlah sepenuhnya memberi kondisi yang lebih baik bagi perempuan.
Fakta di lapangan menunjukkan upah perempuan tidak sama dengan upah laki-laki, perempuan masih tidak hadir dalam akses yang sama baiknya dalam ekonomi atau politik, begitu juga pada kemampuan akses memperoleh pendidikan yang layak. Kesehatan dan kekerasan terhadap perempuan lebih buruk daripada laki-laki.

Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2016 mencatat bahwa pola kekerasan pada perempuan memperlihatkan pola yang meluas sehingga penting bagi pemerintah hadir secara maksimal untuk terlibat dalam pencegahan, penanganan serta tindakan strategis untuk menjamin rasa aman perempuan korban kekerasan.

Tahun 2014, data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan 7.9 juta kepala keluarga perempuan berpotensi mengalami kekerasan dan beban ganda. Kematian ibu melahirkan yang masih cukup tinggi menunjukkan perlunya intervensi yang tepat pada isu kematian ibu dan anak serta kesehatan seksual dan reproduksi.

“Kita bisa lihat, di Makassar sejauh mana kebijakan pemerintah yang pro perempuan. Kepemimpinan perempuan boleh saja meningkat, namun sayangnya tidak dari perspektif gendernya. Hal itu bisa dilihat dari bagaimana kebijakan pro perempuan sedikit sekali yang diakomodasi ke meja-meja keputusan,” ungkap A. Tenri Pada AB yang juga salah satu inisiator Komunitas Perempuan Bergerak.

Perempuan, telah banyak mengalami pasang surut perjuangannya untuk mewujudkan kesetaraan, keadilan, membangun kepemimpinan dan kemandirian. Sejarah membuktikan, bagaimana perjuangan perempuan pada telah menginisiasi dan menginspirasi berbagai perubahan.

Berbagai upaya yang telah dibangun untuk menghubungkan energi-energi positif gerakan perempuan patut diapresiasi. Melalui kapasitas masing-masing, mereka bahu membahu berupaya mewujudkan kesetaraan gender di berbagai level masyarakat.

“Kita perlu mendorong keberanian, gerakan bersama dan sinergi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di level makro menyangkut persoalan perundang-undangan yang masih bias gender dan diskriminatif, persoalan normatif yang dialami pekerja perempuan, hingga kesenjangan antara kebijakan dan penerapan serta solusi atas problem persoalan pengelolaan dan manajemen strategi teknis yang masih perlu pembenahan dan reevaluasi agar tidak jauh dari keadilan dan kesetaraan terutama bagi perempuan,” demikian A. Sri Wulandani menambahkan.

Tahun ini, tema khusus hari Perempuan Internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tagline “BE BOLD FOR CHANGE”.

“Kami dari Komunitas Perempuan Bergerak (PERAK) turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Perempuan Internasional ini dengan merancang sebuah acara yang kami namakan “Festival Perempuan Bergerak” yang akan dilangsungkan di Benteng Rotterdam, 16-17 Maret 2017. Hal ini sekaligus menunjukkan sikap untuk bergerak bersama, membangun sinergi dan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan perempuan serta mengkritik diskriminasi gender yang masih sering terjadi,”

Perlu diketahui bahwa Komunitas Perempuan Bergerak atau PERAK yang diinisiasi oleh lima aktivis muda (Andi Sri Wulandani, Qory Dellasera, Tenri Pada AB, Nurmadhani Fitri, Andi Tenripada) ini memiliki keyakinan bahwa gerak sekecil apapun memiliki kontribusi besar bagi keberhasilan perjuangan perempuan.

Sumber: Fajaronline.com

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke [email protected]. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *