RAYAKAN HUT PT KAI KE-72, KOMUNITAS PENCINTA KERETA API GELAR CUCI GERBONG PENUMPANG

Puluhan anggota komunitas pencinta kereta api (KA) dari Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE) dan Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), bersama manajemen PT KAI Daop 4 Semarang, mencuci lokomotif di Dipo Mekanik Poncol, Sabtu pagi (23/9) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, yang dicuci unit KA non penumpang yakni KA perbaikan atau lokomotif Multi Tie Tamper ( MTT) yang diparkir di peron. “Kami ingin memperkenalkan beragam jenis KA, selain KA penumpang. Karena sebagian besar pencinta KA hanya tahu KA penumpang saja,” kata Kepala PT KAI Daop 4, Wiwik Widayanti di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwik tak canggung bergumul dengan air dan sabun. Ia tampak antusias mengajak anggota komunitas untuk mencuci KA jenis MTT sampai bersih dan kinclong. Kegiatan itu sendiri digelar sebagai rangkaian acara perayaan ulang tahun PT KAI ke-72. Selain mencuci bersama, PT KAI Daop 4 juga mengadakan lomba olahraga. “KA yang dicuci bareng ini digunakan untuk memperbaiki rel yang rusak. Kebanyakan dari pencinta KA ini lebih mengetahui tentang stasiun dan heritage saja, jadi ini merupakan pengalaman baru,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Jalan dan Jembatan PT KAI Daop 4 Semarang, Muhammad Zakir menjelaskan jika Daop 4 punya KA yang digunakan untuk perbaikan jembatan dan jalan KA yang rusak. “Kalau perbaikannya, sesuai pengguna atau jam terbang, misalnya 250 jam. Namun jika 500 jam, diperbaiki disini. Kalau lebih dari 1.000 jam diperbaiki di Cirebon,” jelasnya.

Dari 4 KA perbaikan yang ada, lanjut dia, dibagi menjadi dua kategori, yakni KA khusus pemadatan jalan dan continues sliper machine atau untuk perbaikan bantalan. “KA ini kondisinya masih bagus, ada yang buatan dari Austria,” jelasnya.

Penasihat Komunitas KRDE, Noviar Prasetya mengatakan jika anggota komunitasnya senang bisa mengikuti kegiatan mencuci KA tersebut. Sebelumnya mereka belum pernah mencuci KA khusus untuk perbaikan. “Tahun lalu yang kami cuci adalah lokomotif dan gerbong penumpang. Ternyata ada juga lokomotif untuk memperbaiki jalan kereta,” tambahnya.

 

SUMBER : Radar Semarang 

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *