Tingkatkan Minat Baca, Pejuang Sosial Community Karanganyar Donasikan Ratusan Buku

Komunitas Pejuang Sosial Community (PSC) Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, memberikan ratusan buku bacaan di daerah terpencil, di lereng Gunung Lawu. Penyerahan buku bacaan ke Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Taman Bacaan Abu Nawas, di Dusun Jenak, Desa Ngargoyoso ini tak lain untuk meningkatkan minat baca.

Humas Komunitas PSC, Marfuah Dwi Nuryanti menjelaskan, saat ini minat baca di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Di Singapura misalnya, kaum remaja, dewasa hingga anak-anak setiap melakukan perjalanan baik di kereta ataupun moda transportasi massa lainya masih sempat membaca buku.

“Kalau di Indonesia sepertinya masih minim. Bahkan, banyak perpustakaan, pojok baca maupun lainnya terlihat sepi,” ucap dia.

Meski minat baca tergolog minim, di beberapa sudut kampung gerakan membaca ini mulai bergeliat. Salah satunya di TPA dan Taman Baca Abu Nawas, yang menjadi lokasi penyerahan ratusan buku bacaan tersebut.

“Minat baca anak anak di kampung ini sangat tinggi, sementara persediaan buku bacaan sangat terbatas. Ini yang menjadi salah satu alasan kami memberikan buku bacaan,” lanjut Dwi.

Pemberian bantuan 300 buku bacaan tersbeut tak lain hasil donasi dari aksi sedekah buku yang sebelumnya dilaksanakan di Kodim 0727/ Karanganyar beberapa waktu lalu. Dari aksi tersebut, PSC berhasil mengumpulkan 300 buku bacaan. Sebagian besar merupakan buku bacaan untuk anak anak. Meski demikian, ada pula buku bacaan untuk dewasa, seperti resep masak.

“Mayoritas buku Iqro dan buku cerita anak anak. Ada pula 50 buku cerita tentang sejarah berdiri Kabupaten Karanganyar,” ungkap Marfuah, yang menyebutkan aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati satu abad Hari Jadi Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, ketua TPA dan Taman Bacaan Abu Nawas, Ngadiyo sangat berterimkasih dengan adanya sumbangan buku untuk anak-anak. Sebab, sejauh ini ketersediaan buku di tempatnya sangat terbatas, sementara minat baca anak-anak cukup besar. “Masih banyak kekurangannya, termasuk buku-buku bacaan untuk anak-anak,” jelas dia.

Ditambakan, perhatian pemerintah maupun lembaga pemerintah lain dalam kaitannya mendukung program meningkatkan baca, terutama di lokasi yang jauh dari kota selama ini belum terlihat. Bahkan, sejak berdiri pada 5 Desember 2008, Taman Bacaan Abu Nawas sama sekali belum mendapat bantuan, baik berupa buku-buku maupun lainnya.

“Sejak berdiri hingga sekarang belum ada perhatian dari Pemerintah. Sehingga dengan adanya buku ini sangat bersyukur dan terimakasih sekali. Kami berharap, pemerintah maupun lainya bisa memberikan perhatian yang lebih kepada kami yang ada di desa pelosok,” tandasnya.

Sumber: CENDANA NEWS

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi komunita.id menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 2 paragraf. Kirim artikel ke kontak@komunita.id. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *